.jpg)
Kamis,13/10
Peristiwa pertempuran lima hari di Semarang merupakan bukti sejarah perlawanan rakyat Semarang terhadap penjajah Jepang. Kawasan sekitar Tugu Muda sekarang ini merupakan saksi bisu terjadinya pertempuran selama lima hari rakyat Semarang melawan kekejian tentara Jepang yang membunuh pemuda-pemuda Semarang.
Gedung Lawang Sewu, Gedung Museum Mandala, serta kali Semarang merupakan bukti, kekejaman Tentara Jepang yang dengan membabi buta menyembelih para pemuda Semarang tanpa ampun. DR Kariadi, yang sedang melakukan penelitian air kali garang di tembak mati oleh tentara Jepang. Nama DR Kariadi diabadikan sebagai RSUD terbesar di Jawa Tengah.
Kekejaman Tentara Jepang, tentu saja mendapatkan perlawanan dari pemuda-pemuda Semarang. Mereka mengepung Semarang dari segala penjuru sehingga terjadi pertempuran hingga lima hari. Setelah Jepang mennyatakan menyerah. Tentara Jepang dilucuti oleh para pemuda dan dimasukkan di penjara Bulu sekarang ini digunakan sebagai Lapas Wanita Bulu. Dipenjara ini pula, pemuda -pemuda semarang melampiaskan dendamnya dengan membunuhi tentara-tentara Jepang yang tertawan.
Guna mengenang pertempuran lima hari, Walikota Semarang Hadi Subeno pada tahun 1959, membangun monumen berupa tugu peringatan yang diberi nama Tugu Muda. Pada kawasan sekitar Tugu Muda inilah setiap tanggal 13 Oktober pertempuran lima hari diperingati. Segenap unsur TNI dan Polri, Ormas Kepemudaan serta PNS di lingkungan Pemerintah Kota Semarang beserta unsur masyarakat lainnya mengikuti jalannya upacara Peringatan Pertempuran Lima Hari di Semarang.
Antusias masayrakat Kota Semarang menyambut Peringatan Pertempuran Lima Hari nampak dari berjejalnya masyarakat dalam menyaksikan jalannya upacara dari awal hingga akhir upacara. Suasana peperangan memang sangat nampak dalam peringatan ini. Yakni, suasana mencekam yang diawali suara sirene yang meraung-raung yang disusul dengan suara dentuman meriam berkali-kali bersamaan dengan suara tembakan senapan. Suasana gelap diseputar Tugu Muda semakin menguatkan seperti pertempuran sebenarnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar